Tampilkan postingan dengan label Saya Kehilangan Separuh Dari Jiwa Saya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saya Kehilangan Separuh Dari Jiwa Saya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 April 2017

SILSILAH LENGKAP KH ACHMAD MUZAKKI SYAH


Sabtu, 08 April 2017

WAKTU SOWAN / NYABIS KE KIAI MUZAKKI



Sudah Ma’lum, bahwasannya Kiai Muzakki itu setiap malam selalu menghadiri pengajian Manaqib di berbagai tempat. Dan biasanya pulang dari tempat pengajian itu setelah tengah malam. Dan biasanya beliau tidak tidur hingga waktu subuh.

Biasanya setelah beliau mengimami Shalat Subuh di Masjid Wali Songo Al-Qodiri, Kiai Istirahat hingga pukul 10 pagi. Oleh Karena itu, bagi anda yang ingin berkunjung dan sowan/nyabis ke Kiai Muzakki sudah seharusnya mencari timing yang tepat agar anda tidak menunggu lama di Pesantren.

Saya menyarankan untuk mengira-ngirakan sebelum pemberangkatan dari rumah, dan diprediksi agar nantinya sampai di Pesantren mendekati jam 10 pagi. Dan jika anda datang ke ndalem Kiai Muzakki sekitar jam 10 pagi, insyaallah kemungkinan besar bisa bertemu.

Perlu diketahui, Kiai Muzakki mulai menemui Tamu jam 10 pagi hingga menjelang shalat dhuhur tiba. Ketika adzan Shalat Dhuhur berkumandang, kiai muzakki berhenti menemui tamu dan setelah itu menjadi imam shalat dzuhur di Masjid Wali Songo.

Setelah shalat dhuhur, kira-kira jam 1 siang, kiai Muzakki menemui tamu lagi hingga pukul setengah tiga. Dan untuk setelah setelah asyar kiai Muzakki biasanya tidak menerima tamu, dan jika beruntung, sekitar menjelang maghrib, kira-kira jam lima sore hingga adzan maghrib, kiai Muzakki bisa menemui tamu.

NB :

Untuk setelah asyar biasanya kiai Muzakki tidak bisa menemui tamu sebab persiapan dan juga biasanya langsung berangkat menuju tempat pengajian di luar pesantren.

Khusus malam ahad (Minggu), Kiai Muzakki bisa ditemui hingga jam delapan malam. Dan setelah itu kiai muzakki menghadiri pengajian manaqib jember dan sekitarnya.

Khusus malam jum’at, kiai muzakki bisa ditemui hingga jam setengah sepuluh malam. Dan setelah itu kiai muzakki mengimami manaqib di masjid wali songo.

Jika anda ingin ikut manaqib malam jam 12 di pesantren Al-Qodiri, hampir bisa dipastikan yang jadi imam adalah kiai muzakki, yaitu ketika malam ahad. Kiai muzakki bisa menjadi imam, karena pengajian malam nya dekat di sekitar jember sehingga pulang pengajian jam 12 dan setelah itu langsung menjadi imam manaqib di masjid wali songo.

SAYA KEHILANGAN SEPARUH DARI JIWA SAYA

Kalau tidak salah, pada waktu itu adalah tahun 2012. KH. Ahmad Muzakki Syah, sangat sedih yang sedihnya mengalahkan rasa kesedihan yang lain.Kenapa beliau sedih? sebab, Sahabat beliau yang setia menemani beliau sejak berdirinya pesantren Al-Qodiri telah meninggalkan dunia ini. Yaitu ust. Abdullah Jailani. Pada saat beliau mengumumkan di masjid tentang wafatnya Ust. Abdullah Jailani, Kiai Muzakki dengan sangat terbata-bata dan dengan tetasan air mata mengatakan,
"Sekarang saya kehilangan separuh dari jiwa saya. yaitu Pak ust. (Panggilan sehari-hari untuk Ust. Abdullah jailani di kalangan santri). Pak Ust. ini sangat baik. Jika ada yang keluarga saya, istri saya, anak-anak saya, atau yang lain memeberikan ide ke saya, mungkin saya masih bisa menolaknya, atau memikirkannya terlebih dahulu. Namun jika yang memberikan ide itu adalah Pak ust., maka saya langsung akan menyetujuinya."

Photo : Kiai Muzakki & Ibu Nyai Halimah MZ

Mungkin anda bertanya-tanya, seperti apa Ust. Abdullah Jailani yang ditangisi kepergiannya oleh Kiai Muzakki ini, jika anda ingin tahu seperti apa beliau dan juga kisah Kiai Muzakki bersama Pak Ust. Abdullah Jailani mendirikan pesantren, silahkan menonton Video ini :



Itulah hal yang hingga kini selalu terngiang-ngiyang di hati saya. Hal yang sulit saya lupakan. Mungkin ini adalah sebuah contoh untuk kita semua, yaitu contoh Seseorang yang berteman dengan tujuan saling membantu, saling mencintai karena Allah. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah ini. kisah ini benar-benar saya rasakan ketika menjadi seorang santri Pesantren Al-Qodiri 1 Jember.

Semoga Kiai Muzakki dan Ibu Nyai diberi barakah umur, panjang umur dan murah rezeki. Amin.




































>