Sabtu, 19 Mei 2018

KH ACHMAD MUZAKKI SYAH [SEORANG YANG PENYABAR]


Namaku Fikri Farikhin. Aku adalah alumni santri Al-Qodiri 1 Jember.
Kisah ini bukan dongeng. Hadza duna mujarrodirriwayah [ini bukan dongeng]. Tapi ini kisah nyata dariku tentang Kiai pendiri dan sekaligus pengasuh pesantren Al-Qodiri 1 Jember, KH Achmad Muzakki Syah.

Begini kisahnya....
Tahun 2015 hingga akhir tahun 2017 aku diberi amanah untuk menjadi Ketua pengurus Putra pesantren Al-Qodiri 1 Jember. Banyak sekali pengalaman yang aku dapatkan. yang salah satunya adalah kisah tentang Kiai Muzakki. dan dalam kesempatan ini aku kisahkan satu saja. Insyaallah lain kali akan aku kisahkan yang lain. Insyaallah.

Suatu hari setelah liburan pesantren [Idul Fitri] yang notabene seluruh pengurus pesantren masih dalam keadaan malas. Wajar karena masih baru selesaai liburan. Gairah semangat masih belum muncul. Sehingga suatu pagi ketika anak-anak seharusnya berangkat sekolah formal, seluruh pengurus tidak pergi ke wilayah untuk menghardik anak-anak agar segera berangkat ke sekolah.

Karena tidak ada pengurus yang menghardik anak-anak untuk berangkat ke sekolah, maka santri-santri pun hanya segelintir yang berangkat ke sekolah. Dan tanpa terduga di benak pengurus pesantren, ada suara pengumuman dari Corong atas masjid "AYO SANTRI SEGERA BERANGKAT SEKOLAH, OJO MALES-MALES. AYO SEGERA BERANGKAT KE SEKOLAH, SUDAH DITUNGGU GURU-GURUNYA DI SEKOLAH", kurang lebih seperti itu kata-katanya.

Mendengar itu, seluruh pengurus langsung terperanjat dan langsung turun ke wilayah untuk menghardik santri. Tak terkecuali aku. Aku langsung ikut pengurus-pengurus yang lain pergi ke wilayah-wilayah.

Kami bukan kaget dengan pengumuman itu. Yang membuat kami kaget adalah orang yang mengumumkan itu. Tak lain dan tak bukan, yang mengumumkan itu adalah KH Achmad Muzakki Syah. kami malu, sebab harus Kiai sendiri yang mengumumkan. Padahal kiai seharusnya sekarang istirahat [tidur], sebab kiai setiap malam jarang sekali istirahat [tidur]. Istirahatnya kiai biasanya setelah subuh hingga jam 10 pagi. dan setelah itu menemui tamu yang sudah menunggu beliau di ndalem.

Dari kisah ini, aku mengambil hikmah, mungkin karena kiai juga pernah menjadi santri di beberapa pesantren. Sehingga beliau bisa memaklumi keadaan seperti apa pengurus pesantren. pengurus pesantren bukanlah malaikat yang selalu benar, juga bukan setan yang selalu salah, tapi manusia, yang kadang bisa benar dan kadang bisa salah, yang kadang bisa semangat, dan kadang bisa malas.

Saya jadi teringat kata-kata motivasi dari pak Dahlan Iskan, "TIDAK AKAN MENJADI ATASAN YANG BAIK KETIKA TIDAK BISA MENJADI BAWAHAN YANG BAIK, ATAU BAWAHAN YANG TAK BAIK BAIK, TAK AKAN BISA JADI ATASAN YANG BAIK".

Begitu juga Kiai Muzakki, saya yakin, dulu ketika masih jadi santri, jadi santri yang baik, sehingga ketika sudah jadi kiai, jadi kiai yang baik juga. karena sekarang banyak, ketika jadi kiai, tidak bisa jadi kiai yang baik, mungkin karena dulu ketika jadi santri, tidak jadi santri yang baik, atau gak pernah jadi santri, atau istilahnya "KIAI KARBITAN". hehehehe.

Semoga kita bisa mengambil hikmahnya. amin.

Gebang tengah, Kaca Piring jember 10 05 2018


EmoticonEmoticon